Update Chuo Shinkansen 2026: Mega Proyek Kereta Maglev Jepang Akhir Berlanjut!

Transportation

28 Mar 2026 • 10 min read

A

Annisa Roffina

Setelah sempat mengalami berbagai kendala, proyek maglev Chuo Shinkansen akhirnya kembali menunjukkan perkembangan positif pada 2026.

Kereta maglev yang digadang-gadang menjadi transportasi tercepat di Jepang ini kini memasuki babak baru dalam proses pembangunannya!

Apa Update Terbaru Chuo Shinkansen pada 2026?

Pada 2026 ini, proyek Chuo Shinkansen kembali menunjukkan perkembangan positif setelah sempat mengalami berbagai hambatan selama bertahun-tahun.

Prefektur Shizuoka akhirnya menyetujui dimulainya pekerjaan persiapan pembangunan terowongan, sehingga konstruksi dapat kembali berlanjut.

Di sisi lain, JR Central juga melanjutkan pembangunan terowongan, stasiun, dan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah.

Meski begitu, target operasional Chuo Shinkansen rute Shinagawa–Nagoya yang awalnya ditargetkan pada 2027 dipastikan tertunda.

Mengapa Pembangunan Chuo Shinkansen Sempat Tertunda?

Penyebab utama tertundanya proyek Chuo Shinkansen berasal dari persoalan lingkungan di Prefektur Shizuoka.

Pemerintah prefektur mengkhawatirkan bahwa pembangunan Terowongan Minami Alps dapat mengurangi debit air Sungai Oi, yang menjadi sumber air penting bagi masyarakat, pertanian, dan industri setempat.

Kekhawatiran tersebut membuat izin pembangunan di wilayah Shizuoka tertunda selama beberapa tahun.

Selain isu lingkungan, proyek ini juga menghadapi tantangan lain, seperti:

  • Proses pengeboran terowongan di kawasan Pegunungan Alpen Jepang yang memiliki kondisi geologi kompleks.
  • Biaya pembangunan yang sangat besar, diperkirakan mencapai lebih dari Â¥9 triliun.
  • Pekerjaan konstruksi yang sangat rumit karena sekitar 90% jalur Shinagawa–Nagoya akan berada di dalam terowongan.

Setelah melalui berbagai pembahasan dan langkah mitigasi lingkungan, pembangunan di Shizuoka akhirnya dapat kembali dilanjutkan. 

Hingga kini belum ada jadwal resmi, namun proyek ini diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2034–2036, tergantung kelancaran proses konstruksi di seluruh lintasan.