Chuo Shinkansen: Kereta Maglev Jepang yang Siap Jadi Kereta Tercepat di Dunia

Bayangkan bepergian dari Tokyo ke Osaka hanya dalam waktu satu jam, melesat dengan kecepatan lebih dari 500 km/jam menggunakan kereta yang rodanya tidak menyentuh rel. Inilah terobosan terbaru Jepang melalui Chuo Shinkansen, yakni kereta maglev generasi baru yang digadang-gadang akan menjadi kereta tercepat di dunia.

Mengenal Lebih Dalam Mega Proyek Chuo Shinkansen

Maglev adalah singkatan dari Magnetic Levitation, teknologi transportasi canggih yang memungkinkan kereta β€œmelayang” di atas rel dengan bantuan gaya magnet. Berbeda dari kereta konvensional, Maglev tidak memiliki roda yang menyentuh rel sehingga tidak menimbulkan gesekan mekanis yang biasanya memperlambat laju.

Karena bebas gesekan, kereta ini bisa melaju dengan kecepatan jauh lebih tinggi, gerakannya halus, dan nyaris tanpa suara. Keunggulan tersebut juga membuat komponen Maglev lebih tahan lama serta membutuhkan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kereta biasa.

Saat ini, hanya ada dua negara yang sudah mengoperasikan Maglev untuk umum, yaitu ChinaΒ dan Korea Selatan, sementara Maglev di Jepang masih dalam tahap pembangunan. Kamu bisa mengetahui perbedaan teknologi Maglev di ketiga negara tersebut melalui artikel ini.

Di Jepang, teknologi ini diwujudkan melalui pembangunan Chuo Shinkansen, yakni jalur kereta maglev yang pada tahap pertama akan menghubungkan Tokyo dengan Nagoya, lalu diperpanjang hingga Osaka. Proyek ini digarap oleh JR Central (Central Japan Railway Company) dan disebut sebagai salah satu infrastruktur transportasi paling futuristis di dunia.

Menggunakan teknologi SCMaglev (Superconducting Maglev), Chuo Shinkansen diproyeksikan mampu melaju hingga kecepatan operasional sekitar 505 km/jamβ€”jauh lebih cepat dibandingkan shinkansen pada umumnya.

Hingga kini, pembangunan Chuo Shinkansen masih terus berlanjut dengan berbagai perkembangan di setiap tahapnya.

Rute yang Akan Tercakup dalam Chuo Shinkansen

Chuo Shinkansen dirancang untuk menghubungkan tiga kota besar di Jepang, yaitu Tokyo, Nagoya, dan Osaka, melalui jalur baru yang sebagian besar dibangun di bawah tanah dan menembus pegunungan di wilayah ChΕ«bu.

  • Tahap Pertama: Tokyo – Nagoya

Jalur awal sepanjang kurang lebih 286 km ini menghubungkan Stasiun Shinagawa di Tokyo dengan Stasiun Nagoya. Perjalanan yang biasanya berlangsung selama hampir dua jam dengan shinkansen biasa dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 40 menit.

  • Tahap Kedua: Nagoya – Osaka

Setelah tahap pertama selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur ke Stasiun Shin-Osaka. Jika seluruh rute beroperasi penuh, waktu tempuh Tokyo–Osaka akan berkurang drastis, dari lebih dari dua jam menjadi hanya sekitar 67 menit.

Kapan Chuo Shinkansen Mulai Beroperasi?

Awalnya, rute Chuo Shinkansen dari Tokyo ke Nagoya ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Namun, JR Central selaku operator resmi menyatakan bahwa target tersebut β€œtidak mungkin” tercapai.

Kendala utamanya terletak pada pembangunan terowongan bawah tanah di Prefektur Shizuoka yang masih belum bisa dimulai, sementara proses pengerjaannya sendiri diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun.

Karena itu, jadwal operasional Chuo Shinkansen untuk rute Tokyo–Nagoya pun diundur menjadi paling cepat pada 2034.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan jalur tambahan dari Nagoya hingga Osaka dapat dibuka pada tahun 2037. Namun, JR Central kembali menyatakan bahwa keterbatasan tenaga kerja dalam perencanaan dan konstruksi membuat pembangunan proyek ini menjadi sebuah tantangan.