Rating Rendah Bukan Berarti Jelek? Cara Orang Jepang Menilai Tempat Wisata

Transportation

Oct 03, 2026 • 10 min read

A

Annisa Roffina

Pernah menemukan tempat wisata atau restoran di Jepang dengan rating 3,5–3,8, lalu langsung menganggapnya kurang bagus? Jangan terburu-buru.

Sistem rating memang bisa membantu memilih tempat yang ingin dikunjungi, tetapi angka bintang tidak selalu bisa dibandingkan begitu saja antar platform atau antarnegara.

Di Jepang, khususnya pada platform lokal seperti Tabelog, skor memiliki cara perhitungan dan konteks tersendiri.

Mengapa Rating di Jepang Bisa Terlihat Lebih Rendah?

Salah satu alasannya adalah cara menghitung rating di setiap platform bisa berbeda.

Di Tabelog, skor bukan sekadar hasil rata-rata semua rating pengguna. Pengaruh setiap reviewer juga diperhitungkan berdasarkan beberapa faktor, termasuk pengalaman mereka dalam memberikan ulasan pada kategori tertentu.

Karena itu, rating 3,5 di Tabelog tidak bisa langsung disamakan dengan rating 3,5 di platform lain.

Bahkan, di Tabelog, restoran dengan skor 3,50–3,99 termasuk sekitar 3% teratas, sedangkan skor 4,00 ke atas hanya sekitar 0,07% teratas. 

Jadi, rating 3,5 yang mungkin terlihat biasa di platform lain sebenarnya bisa menunjukkan restoran dengan reputasi yang cukup baik di Tabelog.

Namun, bukan berarti orang Jepang selalu memberikan rating rendah. Setiap orang punya standar penilaian yang berbeda, begitu juga setiap platform memiliki sistem rating yang berbeda.

Rating Bukan Satu-Satunya Ukuran Kualitas

Baik Google Maps maupun Tabelog sama-sama menempatkan rating sebagai indikator, bukan penentu mutlak kualitas.

Google menjelaskan bahwa skor bisnis di Maps merupakan rata-rata seluruh rating yang dipublikasikan untuk tempat tersebut pada skala 1–5.

Sementara itu, Tabelog secara eksplisit menyebut skor mereka sebagai salah satu referensi untuk memilih restoran dan bukan ukuran mutlak mengenai baik atau buruknya sebuah tempat.

Jadi, jangan hanya melihat angka bintangnya. Perhatikan juga:

  • Jumlah ulasan yang dimiliki
  • Isi ulasan terbaru
  • Hal yang paling sering dipuji atau dikritik
  • Foto dari pengunjung
  • Lokasi dan akses
  • Apakah tempat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi kamu

Kenapa Tempat yang Bagus Bisa Memiliki Rating yang Tidak Terlalu Tinggi?

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi skor sebuah tempat.

Jumlah Ulasan Masih Sedikit

Tempat yang baru buka atau belum banyak dikenal mungkin belum memiliki cukup ulasan untuk menghasilkan gambaran yang kuat.

Tabelog sendiri menyebut restoran baru dan tempat yang hanya dikenal oleh segelintir orang sebagai contoh tempat yang bisa berada di bawah skor 3,5 karena belum memperoleh cukup penilaian.

Ekspektasi Pengunjung Berbeda

Rating adalah penilaian subjektif. Seseorang mungkin menganggap sebuah tempat sangat bagus, sementara orang lain merasa pengalaman yang didapat biasa saja.

Hal seperti harga, pelayanan, suasana, lokasi, atau jenis makanan juga dapat mempengaruhi penilaian.

Rating Bisa Dipengaruhi Konteks Platform

Jangan menyamakan angka di Google Maps dengan angka di Tabelog. 

Google menghitung skor sebagai rata-rata rating yang dipublikasikan, sedangkan Tabelog menggunakan sistem perhitungan yang mempertimbangkan tingkat pengaruh reviewer. 

Karena metode penghitungan berbeda, angka yang sama belum tentu memiliki arti yang sama.

Jadi, Apakah Rating Rendah Berarti Tempatnya Jelek?

Belum tentu.

Rating sebaiknya dipahami sebagai gambaran dari pengalaman dan penilaian pengguna, bukan sebagai nilai mutlak kualitas sebuah tempat. 

Bahkan Tabelog menyebut bahwa tempat dengan skor di bawah 3,5 juga dapat mencakup restoran baru atau tempat yang belum cukup mendapatkan penilaian.

Untuk traveler di Jepang, kuncinya adalah jangan hanya melihat angka bintang. Baca ulasannya, perhatikan jumlah review, cek pengalaman terbaru, dan sesuaikan dengan kebutuhan perjalananmu.

Dengan begitu, kamu mungkin justru menemukan tempat yang menarik meskipun ratingnya tidak terlihat setinggi yang kamu harapkan.