Pesona Prefektur Yamagata yang Masuk “Best of the World 2026” National Geographic
Prefektur Yamagata berhasil menarik perhatian dunia setelah menjadi satu-satunya destinasi di Jepang yang masuk dalam daftar “Best of the World 2026” versi National Geographic.
Daftar ini menampilkan sekitar 25 destinasi di seluruh dunia—mulai dari kota, wilayah, hingga tempat wisata—yang dianggap layak dikunjungi pada tahun 2026 oleh tim redaksi, fotografer, dan penjelajah National Geographic.
Dengan keindahan alamnya yang memukau, mulai dari pegunungan bersalju, lembah hijau, hingga sumber air panas yang menenangkan, maka tak heran mengapa Yamagata berhasil menembus daftar bergengsi ini.
Pesona Yamagata yang Mengantarnya ke “Best of the World 2026”

Keindahan alam Yamagata menjadi salah satu alasan utama prefektur ini masuk daftar Best of the World 2026.
Dari pegunungan bersalju di Gunung Zao, kota pemandian air panas Ginzan Onsen, hingga kuil di puncak gunung Risshaku-ji Temple (Yamadera), Yamagata menawarkan pemandangan yang memukau dan pengalaman wisata yang menenangkan.
Selain alamnya, budaya dan tradisi lokal juga menambah pesonanya.
Di pegunungan Dewa Sanzan, pengunjung bisa mengikuti meditasi air terjun dan hiking bersama biksu yamabushi—pertapa di pegunungan Jepang.
Prefektur ini juga memiliki festival budaya yang unik, seperti ribuan lentera salju di Uesugi Shrine pada Februari dan Hanagasa Festival di awal Agustus, yang menampilkan penari dengan kimono warna-warni dan topi berbunga safflower.
Dengan kombinasi alam yang menakjubkan dan budaya yang kaya, Yamagata menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi Jepang lainnya—sesuatu yang membuatnya layak masuk Best of the World 2026.
Destinasi Unggulan di Prefektur Yamagata
Dari pegunungan bersalju, kota pemandian air panas yang menawan, hingga kuil-kuil bersejarah di puncak bukit, setiap tempat di Yamagata menghadirkan pengalaman unik yang sulit dilupakan.
Ginzan Onsen

Ginzan Onsen adalah kota onsen yang tenang dan tersembunyi di pegunungan Prefektur Yamagata. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu kota onsen tercantik di Jepang, dengan deretan ryokan kayu bergaya tradisional yang berjajar rapi di sepanjang aliran sungai.
Musim dingin menjadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena seluruh bangunan akan tampak semakin magis saat diterangi lampu gas di malam hari dan diselimuti salju tebal.
Suasananya yang hangat dan klasik inilah yang membuat banyak wisatawan merasa seperti berada di negeri dongeng, bahkan sering mengaitkannya dengan nuansa kota onsen dalam film Studio Ghibli Spirited Away.
Mount Zao

Gunung Zao adalah rangkaian pegunungan berapi di perbatasan Prefektur Yamagata dan Miyagi, terkenal sebagai destinasi empat musim dengan pemandangan yang selalu berubah.
Di musim dingin, kawasan ini ramai dikunjungi untuk melihat Snow Monsters (Juhyō), yaitu pepohonan yang tertutup salju dan es hingga membentuk bentuk unik seperti monster.
Saat musim panas hingga awal gugur, Gunung Zao menjadi tempat favorit untuk trekking dengan udara pegunungan yang sejuk. Daya tarik utamanya adalah Okama Crater, kawah besar dengan danau hijau zamrud yang warnanya dapat berubah tergantung cahaya matahari.
Risshaku-ji Temple (Yamadera)

Risshaku-ji Temple, atau lebih dikenal dengan nama Yamadera, adalah kuil indah yang berdiri di lereng gunung curam. Dari area atasnya, pengunjung dapat melihat pemandangan lembah yang sangat memukau.
Karena berada di ketinggian, untuk mencapai kuil bagian atas pengunjung perlu mendaki jalur tangga batu selama kurang lebih 30 menit. Perjalanan ini cukup menantang, tetapi pemandangan dan suasananya membuat pendakian terasa sepadan.
Budaya dan Tradisi yang Menghidupkan Prefektur Yamagata
Selain alamnya yang indah, Prefektur Yamagata juga memiliki budaya dan tradisi yang tetap lestari hingga sekarang, termasuk dua festival terkenal yang menjadi daya tarik utama.
Hanagasa Festival

Yamagata Hanagasa Festival adalah salah satu dari empat festival terbesar di wilayah Tohoku dan menjadi festival musim panas utama di Yamagata.
Festival ini digelar setiap tahun pada 5–7 Agustus, menampilkan lebih dari 10.000 penari yang berparade di jalan utama sambil menari mengikuti musik hanagasa dan tabuhan drum, diiringi sorakan khas “Yassho, Makasho!”
Sesuai namanya, para penari memakai topi hanagasa—topi kerucut berhias bunga safflower, bunga khas Yamagata.
Imoni Festival

Imoni adalah sup tradisional dari wilayah Tohoku yang berisi talas (taro) dan daging. Hidangan ini sangat populer di Yamagata, terutama saat musim gugur, ketika warga biasa mengadakan pesta Imoni (Imoni-kai) di tepi sungai.
Setiap bulan September, Yamagata menyelenggarakan Yamagata Imoni Festival, festival Imoni terbesar di Jepang.
Festival ini terkenal dengan kawah raksasa setinggi enam meter yang bisa menyajikan sup untuk sekitar 30.000 orang. Bahkan, alat berat khusus digunakan untuk mengaduk sup yang berisi sekitar 3 ton talas, menjadikannya tontonan yang menarik.
Kapan Waktu Terbaik untuk Menjelajah Prefektur Yamagata?
Prefektur Yamagata menawarkan pengalaman yang berbeda di setiap musim, sehingga waktu terbaik untuk berkunjung bergantung pada aktivitas yang ingin kamu lakukan.
Musim dingin (Desember–Februari) cocok untuk menikmati Snow Monsters di Gunung Zao dan suasana magis Ginzan Onsen yang tertutup salju.
Musim semi (Maret–Mei) menghadirkan cuaca sejuk dan pemandangan bunga sakura yang mulai bermekaran di berbagai kota.
Musim panas (Juni–Agustus) ideal untuk trekking di Dewa Sanzan dan menikmati festival besar seperti Hanagasa Festival.
Sementara itu, musim gugur (September–November) menawarkan warna-warna daun yang menakjubkan, serta waktu terbaik untuk menikmati kuliner khas seperti Imoni.
Dengan keindahan alamnya yang memukau, tradisi yang tetap hidup, serta pengalaman wisata yang unik di setiap musim, tidak mengherankan jika Prefektur Yamagata berhasil masuk dalam daftar “Best of the World 2026” versi National Geographic.
Bagi kamu yang mencari destinasi Jepang yang lebih tenang, autentik, dan penuh pesona, Yamagata adalah tempat yang layak masuk daftar perjalananmu berikutnya.