Pertama Kalinya! Sensoji Temple Jadi “Kanvas” dalam Asakusa Culture & Lights

Transportation

28 Mar 2026 • 10 min read

A

Annisa Roffina

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Sensoji Temple di Asakusa akan tampil dalam wajah yang berbeda!

Melalui acara Asakusa Culture & Lights, kuil tertua sekaligus salah satu ikon wisata Tokyo ini akan disulap menjadi “kanvas” pertunjukan cahaya (projection mapping) yang memukau.

Mengenal Lebih Dekat Asakusa Culture & Lights

Pada 3 hingga 7 Desember 2025, Sensoji Temple di Asakusa, Tokyo, akan menggelar Asakusa Culture & Lights—pertunjukan cahaya (projection mapping) berskala besar yang, untuk pertama kalinya dalam sejarah 1.400 tahun kuil ini, akan ditampilkan di kawasan bersejarah tersebut.

Selama lima malam acara berlangsung, pengunjung bisa menikmati pertunjukan animasi cahaya yang diproyeksikan ke tiga bagian paling ikonik Sensoji Temple.

Pertunjukan ini akan digelar setiap malam selama periode berlangsung, mulai pukul 17.30 hingga 21.30 JST (Japan Standard Time).

Spot Terbaik Menyaksikan Pertunjukan Cahaya di Asakusa Culture & Lights

Seperti disebutkan sebelumnya, ada tiga area utama yang menjadi “kanvas” dalam pertunjukan Asakusa Culture & Lights. Ketiganya adalah Gerbang Hozomon, Pagoda Lima Tingkat, dan Gerbang Nitenmon.

Gerbang Hozo-mon

Pertunjukan cahaya di Gerbang Hozo-mon nantinya akan berlangsung sekitar enam menit dan diputar berulang dengan jeda tiga menit di setiap sesinya.

Proyeksi ini ditampilkan di sisi selatan, menghadap langsung ke Nakamise Shopping Street, sehingga memungkinkan pengunjung menikmati keindahan cahaya langsung dari area perbelanjaan yang ramai.

Pagoda Lima Tingkat

Bersamaan dengan pertunjukan di Gerbang Hozo-mon, Pagoda Lima Tingkat di Sensoji Temple juga akan menjadi “kanvas” bagi proyeksi cahaya berdurasi enam menit, yang akan diputar berulang dengan jeda sekitar tiga menit di setiap sesi.

Pertunjukan cahaya di Pagoda Lima Tingkat juga dapat dinikmati dari dalam area Denboin Garden selama sesi tontonan malam khusus berbayar.

Gerbang Niten-mon

Pertunjukan cahaya di Gerbang Niten-mon (bagian barat, menghadap ke Aula Utama) berdurasi sekitar tiga menit dan akan diputar terus-menerus sepanjang acara berlangsung.

Pengalaman Eksklusif di Denboin Garden dan Ema Hall

Denboin Garden adalah taman tradisional di area Sensoji Temple yang biasanya tertutup untuk umum. Namun, selama Asakusa Culture & Lights, taman ini dibuka bagi pengunjung untuk kunjungan siang hari yang berbayar dan memerlukan reservasi terlebih dahulu.

Sementara itu, siang hari di Ema Hall, pengunjung bisa melihat berbagai lukisan votive (ema) berukuran besar karya seniman bersejarah seperti Utagawa Kuniyoshi, Hasegawa Settan, dan Henmi (Kanō) Kazunobu.

Kedua kunjungan siang ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 15.00 JST, dengan jadwal masuk setiap 30 menit. Setiap sesi menampung maksimal 100 orang dan durasi kunjungannya sekitar 1 jam.

Selain kunjungan siang hari, pengunjung juga bisa menikmati pesona malam hari di Denboin Garden. Pada saat ini, Denboin Garden akan diterangi cahaya iluminasi yang memukau. 

Kunjungan malam dibuka dari pukul 17.00 hingga 20.00, dengan jadwal masuk setiap 30 menit. Setiap sesi berlangsung sekitar 30 menit dan memiliki kapasitas maksimal 100 orang.

Harga Tiket Kunjungan ke Denboin Garden & Ema Hall

Kunjungan siang hari

  • Harga tiket masuk: ¥5.000
  • Harga tiket untuk pengunjung disabilitas: ¥4.000 (dibuktikan dengan sertifikat)
  • Anak-anak usia TK bisa masuk gratis. Tiket baru dikenakan mulai usia SD.

Kunjungan malam hari

  • Harga tiket masuk: ¥3.000
  • Harga tiket untuk pengunjung disabilitas: ¥2.000 (dibuktikan dengan sertifikat)
  • Anak-anak usia TK bisa masuk gratis. Tiket baru dikenakan mulai usia SD.

Informasi Penting

Sebelum mulai berkunjung, perlu diingat bahwa pertunjukan cahaya akan tetap berlangsung meskipun hujan, namun ada kemungkinan ditunda atau dibatalkan jika cuaca sangat buruk.

Pertunjukan yang ditampilkan selalu sama pada setiap jamnya, jadi untuk menghindari antrian atau keramaian, disarankan berkunjung pada waktu yang lebih malam.

Selain itu, penggunaan tripod, selfie stick, dan drone juga dilarang keras, serta tidak diperbolehkan mengambil foto dengan flash kamera.

Untuk informasi lebih lengkap bisa kunjungi laman resmi penyelenggara Asakusa Culture & Lights di sini.