Mobil di Jepang Semakin Canggih, Inovasi Mobil Terbang Kini Mulai Diuji!

Image Banner

Teknologi mobil di Jepang terus berkembang dari waktu ke waktu. Negara ini dikenal sering menghadirkan berbagai inovasi di bidang otomotif, mulai dari kendaraan hemat energi hingga teknologi transportasi masa depan.

Salah satu inovasi yang kini mulai menarik perhatian adalah mobil terbang, yang sedang dikembangkan dan diuji sebagai kemungkinan transportasi baru di masa mendatang.

Inovasi Mobil Terbang dari SkyDrive

Salah satu inovasi mobil terbang di Jepang dikembangkan oleh SkyDrive Inc., sebuah startup yang fokus pada teknologi urban air mobility atau transportasi udara di perkotaan.

Perusahaan ini mengembangkan kendaraan listrik jenis eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter, tetapi menggunakan baling-baling listrik mirip drone.

SkyDrive saat ini mengembangkan model SD-05 yang dirancang sebagai taksi udara untuk penggunaan komersial. Kendaraan ini diharapkan dapat membawa lebih dari satu penumpang dan digunakan sebagai transportasi di kota-kota besar.

SkyDrive juga telah menampilkan mobil terbang ini dalam ajang World Expo 2025 di Osaka sebagai bagian dari pameran teknologi mobilitas masa depan.

Demo Mobil Terbang di Tokyo

Pada akhir Februari 2026, SkyDrive menampilkan demonstrasi mobil terbang model SD-05 di area Tokyo Big Sight, yang berada di kawasan Teluk Tokyo.

Dalam uji coba tersebut, kendaraan terbang tanpa pilot itu berhasil terbang selama sekitar 3 menit 30 detik. Selama penerbangan, mobil terbang ini menempuh jarak sekitar 150 meter dengan ketinggian kurang lebih 13 meter di atas permukaan tanah.

Demonstrasi ini disaksikan oleh sekitar 300 orang, termasuk pengamat industri dan tamu undangan yang ingin melihat langsung perkembangan teknologi mobilitas udara di Jepang.

Kapan Mobil Terbang Ini Mulai Beroperasi?

Meskipun mobil terbang model SD-05 dari Skydrive sudah mulai diuji coba di Jepang, kendaraan ini belum digunakan secara luas oleh masyarakat. Saat ini, teknologi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian sebelum dapat digunakan secara komersial.

Setelah tahap demonstrasi tersebut, perusahaan menargetkan komersialisasi secara lebih luas sekitar tahun 2028 di Jepang.

Langkah ini dilakukan secara bertahap sambil menunggu penyempurnaan teknologi, regulasi penerbangan, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti vertiport atau tempat lepas landas khusus.