Mengenal Tori no Ichi, Festival di Jepang untuk Menyambut Musim Dingin

Transportation

28 Mar 2026 • 10 min read

A

Annisa Roffina

Jepang dikenal sebagai negara yang kaya akan tradisi dan budaya, dengan berbagai festival yang mewarnai setiap musim.

Salah satu festival itu adalah Tori no Ichi, sebuah festival khas yang diselenggarakan setiap November untuk menyambut musim dingin dan mendoakan keberuntungan di tahun berikutnya.

Tori no Ichi Secara Singkat

Tori-no-Ichi adalah festival tahunan yang telah berlangsung sejak zaman Edo dan dirayakan di berbagai Kuil Shinto maupun Kuil Buddha di Jepang.

Festival ini biasanya diadakan pada bulan November, tepat pada hari-hari yang dalam penanggalan lunar disebut hari ayam (hari “rooster”), yang dianggap sebagai hari penuh keberuntungan.

Pada kesempatan ini, masyarakat akan datang ke kuil untuk berdoa memohon keberuntungan, keselamatan, dan kelancaran usaha di tahun mendatang. Suasana festival sangatlah meriah, dipenuhi deretan stan yang menjual kumade—rake bambu berhias yang dipercaya dapat “mengumpulkan” rezeki dan keberuntungan.

Selain itu, para penjual biasanya memberikan tepukan semangat (tejime) setelah transaksi sebagai simbol doa agar pembeli mendapat keberuntungan besar.

Sejarah Festival Jepang Tori no Ichi

Tori no Ichi bermula pada periode Edo sebagai pasar rakyat untuk merayakan panen akhir tahun. Festival ini kemudian berkembang di kawasan Asakusa, khususnya di Kuil Ōtori dan Chōkoku-ji, yang menjadi pusat perayaannya hingga sekarang.

Menurut legenda, pahlawan Yamato Takeru pernah berkunjung ke Kuil Ōtori tepat pada “hari ayam” dalam kalender lunar. Sejak saat itu, hari ayam dipercaya membawa keberuntungan, sehingga festival selalu diadakan pada hari-hari tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Tori no Ichi berubah dari pasar panen menjadi festival untuk memohon keberuntungan dan kesuksesan usaha. Kumade—rake bambu berhias—pun berkembang menjadi jimat khas yang dipercaya dapat “mengumpulkan” rezeki dan keberuntungan untuk tahun berikutnya.

Kapan dan Di Mana Tori no Ichi Dirayakan?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Tori no Ichi digelar setiap bulan November, tepat pada “hari ayam” dalam kalender lunar Jepang. Biasanya ada dua hingga tiga hari ayam dalam sebulan, sehingga festival ini bisa berlangsung beberapa kali.

Pada tahun 2025 ini, Tori no Ichi diadakan sebanyak dua kali pada 12 dan 24 November.

Tiga lokasi terbesar dan paling terkenal untuk merayakannya adalah Kuil Ōtori dan Kuil Chōkoku-ji di Asakusa, serta Kuil Hanazono di Shinjuku.

Tori no Ichi di Kuil Ōtori & Kuil Chōkoku-ji, Asakusa

Kuil Ōtori dan Chōkoku-ji awalnya berada dalam satu kompleks. Namun pada tahun 1868, setelah pemerintah memisahkan ajaran Shinto dan Buddha, sebagian area Chōkoku-ji dipisahkan dan menjadi Kuil Ōtori.

Sejak saat itu, keduanya mengadakan Tori no Ichi masing-masing, tetapi tetap berlangsung pada waktu yang sama.

Setiap pagi selama festival, jalan menuju Kuil Ōtori dipenuhi deretan stan kumade—dari ukuran kecil hingga sangat besar—dengan hiasan emas dan simbol-simbol keberuntungan.

Salah satu tradisi khas di sini adalah tejime, tepukan tangan serempak yang dilakukan setelah pembelian kumade, sebagai tanda mengunci doa dan harapan baik untuk tahun yang akan datang.

Meskipun lingkungannya lebih kecil dibandingkan Kuil Ōtori, suasana Tori no Ichi di Kuil Chōkoku-ji terasa lebih tradisional. Banyak pengunjung datang ke sini untuk merasakan nuansa Tori no Ichi yang lebih “lokal” dan tidak sepadat di Kuil Ōtori.

Di Chōkoku-ji, para pedagang kumade biasanya menampilkan desain yang lebih klasik, dengan ornamen yang merefleksikan tradisi Edo zaman dulu.

Tori no Ichi di Kuil Hanazono, Shinjuku

Tori no Ichi di Kuil Hanazono, Shinjuku, merupakan salah satu perayaan Tori no Ichi terbesar di Tokyo selain Asakusa. Suasananya sangat meriah, terutama karena kuil ini berada di kawasan hiburan dan bisnis terbesar di Tokyo.

Sama seperti di Asakusa, area Kuil Hanazono akan dipenuhi deretan penjual kumade yang dikenal memiliki desain yang modern dan bervariasi, sehingga menarik bagi pebisnis maupun wisatawan yang ingin membawa pulang jimat khas Jepang.

Selain kumade, pengunjung juga bisa menikmati suasana festival dengan adanya berbagai stan makanan. Kuil Hanazono juga dikenal menampilkan hiburan tradisional dan show huts yang semakin menambah kemeriahan malam festival. 

Dari Asakusa hingga Shinjuku, setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda, namun tetap membawa makna yang sama; memulai tahun dengan keberuntungan, keselamatan, dan kemakmuran.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Jepang pada bulan November, Tori no Ichi menjadi kesempatan menarik untuk merasakan langsung tradisi musim dingin yang hangat dan penuh energi.