Mengenal Seikan Tunnel, Terowongan Bawah Laut yang Menjadi Jalur Shinkansen

Image Banner

Di balik kecepatan dan kenyamanan perjalanan Shinkansen di Jepang, terdapat sebuah mahakarya teknik yang jarang disadari penumpang; Seikan Tunnelβ€”terowongan bawah laut yang menghubungkan Pulau Honshu dan Hokkaido.Β 

Mengenal Seikan Tunnel

Seikan Tunnel adalah terowongan kereta api bawah laut yang menghubungkan Pulau Honshu dengan Pulau Hokkaido di Jepang melalui Selat Tsugaru.

Jalur relnya berada sekitar 100 meter di bawah permukaan dasar laut, sehingga keseluruhan terowongan berada sekitar 240 meter di bawah permukaan laut di titik terdalamnya.

Dengan panjang total 53,85 km, Seikan Tunnel termasuk salah satu terowongan kereta terpanjang di dunia.

Secara teknis, Seikan Tunnel terdiri dari tiga terowongan paralel; pilot tunnel, service tunnel, dan main tunnel.

Main tunnel digunakan untuk kereta penumpang dan barang, sementara pilot tunnel dan service tunnel berfungsi untuk survei, evakuasi, dan perawatan.

Terowongan ini juga menggunakan dual-gauge track, memungkinkan kereta Shinkansen berkecepatan tinggi dan kereta barang biasa melewati jalur yang sama.

Sejak 2016, Seikan Tunnel menjadi bagian dari jalur Hokkaido Shinkansen, menghubungkan Tokyo hingga Hakodate, sambil tetap digunakan untuk transportasi barang.

Selain fungsinya sebagai jalur transportasi, Seikan Tunnel memiliki stasiun darurat bawah laut untuk evakuasi dan perawatan.

Sejarah Pembangunan Seikan Tunnel

Sejarah pembangunannya berawal dari kecelakaan feri besar pada tahun 1954 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang. Hal ini mendorong Jepang untuk membangun jalur penghubung bawah laut yang lebih aman.

Meskipun wacana awal sudah muncul sejak periode Taisho (1912-1926), konstruksi sebenarnya baru dimulai pada 1971 dan memakan waktu hampir 17 tahun sebelum dibuka secara resmi pada 1988.

Pengeboran terowongan ini menghadapi tantangan berat, mulai dari tekanan air yang tinggi, kondisi geologi yang rumit, hingga risiko gempa, sehingga konstruksi menjadi salah satu proyek teknik paling menantang abad ke-20.

Peran Seikan Tunnel sebagai Jalur Shinkansen

Seikan Tunnel telah menjadi bagian penting dari Hokkaido Shinkansen sejak 2016, memungkinkan perjalanan kereta dari Tokyo ke Hakodate menjadi lebih cepat dan lancar.

Meskipun awalnya tunnel ini dibangun untuk kereta biasa, strukturnya berhasil disesuaikan agar aman bagi kereta berkecepatan tinggi, dengan pengaturan tekanan udara dan sistem keamanan yang menjaga kenyamanan dan kestabilan perjalanan.

Selain mempercepat transportasi antar pulau, terowongan ini juga membantu mengurangi kepadatan di jalur udara dan laut, sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman meski cuaca buruk.

Seikan Tunnel Museum

Seikan Tunnel Museum, dikenal juga sebagai Seikan Tunnel Memorial Hall, adalah sebuah museum yang terletak di Prefektur Aomori, Jepang, yang didedikasikan untuk menceritakan sejarah, teknologi, dan proses konstruksi dari Seikan Tunnel.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat koleksi berbagai peralatan dan mesin berat yang digunakan selama konstruksi terowongan, termasuk mesin pengeboran dan perlengkapan pekerja.

Salah satu daya tarik unik dari museum ini adalah pengalaman tur bawah tanah menggunakan kereta kabel Mogura‑go, yang membawa pengunjung sekitar 140 meter di bawah permukaan laut ke bagian β€œExperience Tunnel”—yaitu bagian tunnel yang dulunya digunakan sebagai tempat kerja selama konstruksi.

Di sini, pengunjung dapat merasakan suasana nyata dari dunia bawah laut serta melihat struktur dan bekas kerja yang menunjukkan lapisan geologi dan teknik tunneling secara langsung.

Selain pameran teknis, museum juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti restoran yang menyajikan hidangan laut lokal, toko souvenir, dan area istirahat.