Mendaki Gunung Fuji di Musim Resmi: Semua yang Perlu Diketahui

Image Banner

Mendaki Gunung Fuji adalah pengalaman yang sangat populer bagi wisatawan yang datang ke Jepang, terutama saat musim resmi pendakian dibuka.

Namun, perjalanan ini tetap membutuhkan persiapan yang matang karena kondisi alam, cuaca, dan aturan keselamatan yang harus dipatuhi.

Kapan Musim Resmi Mendaki Gunung Fuji Dibuka?

Musim resmi pendakian Gunung Fuji biasanya dibuka setiap tahun pada awal Juli hingga awal September.

Pada periode tersebut, jalur pendakian sudah aman karena salju telah mencair, fasilitas seperti pondok gunung dan toilet dibuka, serta kondisi cuaca relatif lebih stabil untuk mendaki.

Umumnya, setiap jalur pendakian di Gunung Fuji memiliki jadwal pembukaan yang sedikit berbeda. Untuk tahun 2026, jadwalnya adalah sebagai berikut:

  • Yoshida Trail & Subashiri Trail: Dijadwalkan buka pada 1 Juli
  • Fujinomiya Trail, Gotemba Trail & Puncak (trek di sepanjang tepi kawah): Dijadwalkan buka pada 10 Juli

Namun, perlu diingat bahwa tanggal pembukaan bisa saja mundur jika proses pembersihan salju belum selesai tepat waktu sebelum hari pembukaan.

Sebelum memulai pendakian, kamu perlu melakukan registrasi melalui situs resmi Gunung Fuji dan membayar biaya pendaftaran sebesar Β₯4.000/orang terlebih dahulu.

Jalur Mendaki Gunung Fuji yang PopulerΒ 

Gunung Fuji memiliki empat jalur pendakian utama yang semuanya menuju puncak yang sama, tetapi berbeda dari segi tingkat kesulitan, pemandangan, dan jumlah pendaki. Berikut jalur-jalurnya:

1. Jalur Yoshida

Ini adalah jalur paling populer dan paling ramai. Cocok untuk pendaki pemula karena fasilitasnya paling lengkap, seperti banyak pondok gunung dan pos istirahat. Jalur ini juga sering dipilih untuk mengejar matahari terbit di puncak.

2. Jalur Fujinomiya

Jalur ini merupakan rute tercepat karena titik awalnya paling tinggi. Medannya cukup curam, tetapi banyak dipilih karena waktu pendakian lebih singkat dibanding jalur lain.

3. Jalur Subashiri

Jalur ini lebih sepi dan diawali dengan area hutan yang asri. Di bagian atas, jalurnya akan bergabung dengan Jalur Yoshida, sehingga bagian akhir pendakian menjadi sama.

4. Jalur Gotemba

Ini adalah jalur terpanjang dan paling sepi. Karena dimulai dari ketinggian yang lebih rendah, pendakiannya lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama, sehingga lebih cocok untuk pendaki berpengalaman.

Persiapan Penting Sebelum Mendaki Gunung Fuji

Mendaki Gunung Fuji membutuhkan persiapan yang matang karena kondisi cuaca yang bisa berubah cepat dan medan yang cukup menantang.

Berikut beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki Gunung Fuji.Β 

Perlengkapan Penting

  • Sepatu hiking (model high-cut / sol kaku)
  • Perlengkapan hujan (jaket dan celana hujan terpisah)
  • Pakaian musim dingin (fleece, jaket down, sarung tangan, penghangat leher)
  • Lampu kepala (headlamp) + baterai cadangan
  • Ransel (sekitar 30L, agar tangan bebas)
  • 1–2 liter air minum + camilan berkalori tinggi
  • Kantong sampah (untuk membawa kembali sampah)
  • Uang tunai yang cukup dan koin 100 yen (untuk pondok gunung dan toilet)
  • Handuk kecil
  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Peta pendakian dan tongkat trekking
  • Kotak P3K (plester, obat pereda nyeri, dll.)
  • Rencana pendakian gunung
  • Memeriksa kondisi sol sepatu dan fungsi lampu kepala sebelum berangkat

Perlengkapan yang Direkomendasikan

  • Helm (untuk mengantisipasi risiko jatuhan batu atau kondisi darurat seperti letusan gunung berapi)
  • Masker debu dan kacamata pelindung (untuk jalur berpasir seperti Sunabashiri dan jalan berbatu)
  • Tali cadangan, lakban, dan tali kecil (untuk perbaikan darurat sederhana)
  • Pakaian dalam termal, kaus kaki cadangan, dan jaket tahan angin
  • Penutup telinga dan penutup mata (untuk tidur di pondok gunung)
  • Power bank (untuk mengisi daya ponsel selama pendakian)

Tips Packing

Kunci dalam packing kebutuhan mendaki adalah menempatkan barang yang lebih berat di bagian yang dekat dengan punggung, sementara barang yang lebih ringan bisa diletakkan di bagian atas atau kantong samping.

Dengan cara ini, beban akan lebih seimbang dan tas terasa lebih nyaman saat dibawa.

Peraturan & Etika Mendaki Gunung Fuji

Di kawasanGunung Fuji terdapat berbagai objek alam seperti gua lava dan cetakan pohon dari aliran lava, serta banyak peninggalan sejarah.

Karena itu, penting untuk menjaga semua sumber daya alam dan sejarah ini agar tetap lestari untuk generasi mendatang.Β 

Tindakan yang Dilarang oleh Hukum

Di kawasan Gunung Fuji, ada aturan yang harus dipatuhi oleh semua pendaki sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Jika melanggar aturan di bawah ini, bisa dikenakan sanksi seperti denda hingga hukuman penjara.

  • Dilarang mengambil atau merusak tanaman dan hewan, serta jangan keluar dari jalur pendakian.
  • Dilarang mengambil atau memindahkan batu dan lava.
  • Dilarang mencoret-coret atau merusak fasilitas dan alam.
  • Dilarang mendirikan tenda dan membuat api unggun (harus menginap di pondok gunung).
  • Hewan peliharaan tidak boleh dilepas bebas di area pendakian.

Etika yang Harus Diperhatikan

Agar Gunung Fuji tetap indah, aman, dan nyaman untuk semua pendaki, berikut aturan dan etika yang perlu dipatuhi:

  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu bawa kembali semua sampah turun.
  • Bawa barang seperlunya agar tidak menambah sampah saat pendakian.
  • Tetap berada di jalur pendakian karena keluar jalur bisa merusak alam dan berbahaya.
  • Jangan merusak formasi alam seperti batu lava karena sangat rapuh dan tidak bisa diperbaiki.
  • Utamakan pendaki yang sedang naik saat berada di jalur.
  • Hindari menyalip secara berbahaya, terutama di jalur yang sempit atau ramai.
  • Jangan berjalan di tepi jalur atau beristirahat di area rawan jatuhan batu.
  • Jangan memegang tali pembatas karena hanya berfungsi sebagai penunjuk arah.
  • Tolong-menolonglah jika ada pendaki lain yang mengalami keadaan darurat.
  • Gunakan penutup pada tongkat trekking agar tidak merusak jalur atau membahayakan orang lain.
  • Jaga ketenangan di sekitar pondok gunung agar tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat.
  • Jangan membawa tanaman atau benih dari luar agar tidak mengganggu ekosistem.
  • Jangan mendekati sarang hewan liar agar tidak mengganggu habitatnya.
  • Berhati-hatilah saat mengambil foto atau live streaming agar tidak mengganggu orang lain.
  • Dilarang menggunakan drone atau paragliding karena kondisi angin di Gunung Fuji berbahaya.
  • Tidak merokok sembarangan dan selalu buang puntung rokok dengan benar.
  • Gunakan toilet yang tersedia dan jaga kebersihannya selama pendakian.

Dengan mengikuti aturan-aturan tersebut, pendakian akan menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus membantu menjaga Gunung Fuji tetap lestari untuk jangka panjang.