Liburan Unik di Jepang: Menyusuri Jalur Kereta Trem yang Penuh Pesona

Image Banner

Selain Shinkansen yang cepat dan modern, Jepang juga memiliki jalur kereta trem tradisional yang memikat.

Perjalanan menggunakan trem ini memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan kota yang ramai sekaligus menjelajahi sudut-sudut kecil yang kaya sejarah dan budaya lokal, sehingga memberikan pengalaman liburan yang berbeda dari rute transportasi biasa.

Menyusuri Jalur Kereta Trem yang Penuh Pesona di Jepang

Sebelum Shinkansen yang terkenal saat ini, Jepang dikenal dengan transportasi trem (romendensha) pada awal abad ke‑20. Namun sejak tahun 1950-an, banyak jalur trem yang ditutup karena meningkatnya penggunaan mobil pribadi dan berkembangnya sistem kereta bawah tanah.

Meski begitu, beberapa kota tetap mempertahankan trem, baik sebagai moda transportasi sehari-hari maupun sebagai daya tarik wisata.

Perjalanan menggunakan trem di Jepang pastinya memberikan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan moda transportasi modern seperti Shinkansen.

Trem berjalan dengan ritme yang lebih santai, memungkinkan penumpang menikmati pemandangan kota dari dekat, melewati jalan-jalan sempit, gedung-gedung bersejarah, hingga rumah-rumah tradisional.

Setiap jalur trem menawarkan karakteristik unik sesuai dengan masing-masing kota tempatnya beroperasi.

Kota-Kota di Jepang yang Masih Mengoperasikan Kereta Trem

Meskipun banyak jalur trem di Jepang telah ditutup sejak pertengahan abad ke-20, beberapa kota masih mempertahankan kereta trem sebagai bagian dari transportasi sehari-hari dan daya tarik wisata.

Tokyo – Toden Arakawa Line

Toden Arakawa Line adalah satu dari dua jalur trem yang masih beroperasi di Tokyo, selain Setagaya Line. Jalur ini terkenal dengan banyaknya tempat untuk menikmati bunga sakura di sepanjang rutenya, sehingga dijuluki juga β€œTokyo Sakura Tram.”

Panjang jalurnya sekitar 12 km, menghubungkan Stasiun Minowabashi hingga Stasiun Waseda, dengan 30 pemberhentian sepanjang rute. Sebagian besar rel berada di jalur khusus, sementara sekitar 1,7 km berjalan di jalan umum.

Jalur ini memberikan pengalaman unik bagi penumpang untuk melihat pemandangan kota Tokyo dari dekat, melewati pemukiman, kuil, taman, serta sudut-sudut lokal yang jarang dikunjungi wisatawan.

Osaka – Hankai Tramway

Saat ini, yang tersisa dari trem klasik di Osaka adalah jaringan Hankai Tramway yang dikelola oleh perusahaan swasta. Jaringan ini terdiri dari dua rute berbeda; Hankai Line dan Uemachi Line.

Hankai Line menghubungkan Ebisucho β€” Sumiyoshi β€” Abikomichi β€” Hamadera eki-mae dengan 31 pemberhentian di sepanjang rutenya.

Sementara Uemachi Line beroperasi antara Tennoji‑Ekimae dan Hamadera‑Ekimae, melewati Sumiyoshi sebagai titik pertemuan dengan Hankai Line.

Perjalanan dengan trem di Osaka menawarkan pengalaman nostalgia karena melewati area permukiman kuno, jalan-jalan kota, dan tempat menarik seperti Sumiyoshi Taisha, Tennoji Zoo, Hamadera Park, dan masih banyak lagi.

Kyoto – Keifuku Electric Railroad (Randen)

Trem di Kyoto masih dijalankan oleh perusahaan swasta Keifuku Electric Railroad, dan jalur trem yang dikenal sebagai Randen merupakan salah satu sisa dari sistem trem kota yang dulunya jauh lebih luas.

Randen terdiri dari dua cabang utama; Arashiyama Line dan Kitano Line.

Arashiyama Line menghubungkan Stasiun Shijō-Ōmiya ke Randen Arashiyama, dengan rute sepanjang 7,2 km dan melalui 13 pemberhentian.

Di sisi lain, Kitano Line berawal dari Katabiranotsuji (persimpangan dengan Arashiyama Line) dan melaju ke utara menuju Kitano-Hakubaichō, sekitar 3,8 km dengan 10 pemberhentian.

Sapporo – Sapporo Streetcar (Shiden)

Sapporo juga memiliki sistem trem yang dikenal dengan nama Sapporo Streetcar. Trem ini mulai beroperasi sejak 1918, sebagai bagian dari sistem transportasi kota yang lebih luas. Dulunya Sapporo memiliki beberapa jalur trem, tetapi sebagian besar kini sudah ditutup.

Saat ini, hanya satu jalur besar yang tersisa; membentuk rute melingkar mengelilingi pusat kota sepanjang sekitar 8 km, menghubungkan distrik utama seperti Susukino, Odori, dan Nishi 18-chome.

Jalur ini terdiri dari 31 pemberhentian, dan perjalanan penuh mengelilingi kota memakan waktu sekitar 1 jam.

Hiroshima – Hiroshima Electric Railway (Hiroden)

Hiroshima memiliki sistem trem yang dikenal sebagai Hiroshima Electric Railway, atau lebih populer dengan sebutan Hiroden. Trem ini mulai beroperasi pada 1912, menjadikannya salah satu sistem trem tertua di Jepang.

Sistem trem ini merupakan bagian penting dari transportasi umum di Hiroshima yang berhasil selamat dan terus beroperasi bahkan setelah pemboman atom pada 6 Agustus 1945.

Saat ini, Hiroshima menjadi salah satu kota di Jepang dengan jaringan trem aktif terluas, yakni sepanjang 35 km dengan ratusan pemberhentian; melewati banyak titik wisata, termasuk Hiroshima Peace Memorial Park, A-Bomb Dome, dan distrik hiburan Hondori.

Cara Membeli Tiket Kereta Trem di Jepang

Di banyak kota di Jepang, tersedia one-day pass atau pass wisata yang memungkinkan naik-turun trem tanpa batas di jalur tertentu. Pass ini lebih hemat dan praktis bagi wisatawan yang ingin menjelajahi beberapa stasiun dalam sehari.

Selain itu, tiket sekali jalan juga bisa dibeli seperti tiket kereta biasa. Pembelian dilakukan melalui mesin tiket otomatis di stasiun dengan menggunakan IC Card seperti Suica atau Pasmo untuk membayar dengan praktis.

Nah, bagimu yang merasa tertarik, kamu bisa mendapatkan Suica dengan mudah melalui Japantrips!

Dengan Suica, perjalananmu naik trem, kereta, dan bahkan bus di Jepang jadi lebih praktisβ€”tinggal tap, tanpa repot membeli tiket tiap kali naik!

Segera kunjungi Japantrips dan pesan Suica-mu sebelum berangkat melalui link produk berikut β†’ IC Card Japan | Kartu Transport & Belanja Jepang

Dengan layanan cepat dan mudah dari Japantrips, kamu bisa langsung menikmati liburan tanpa khawatir soal transportasi, dan fokus menjelajahi Jepang dengan nyaman!