Kalender Jepang 2026: Jadwal Festival Tradisional dan Event Budaya Sepanjang Tahun

Image Banner

Merencanakan liburan ke Jepang di tahun 2026 akan terasa lebih istimewa jika disesuaikan dengan kalender festival dan event budayanya.

Sepanjang tahun, berbagai festival dan perayaan tradisional digelar di berbagai daerah, menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa ditemukan setiap hari.

Januari

  • Shōgatsu

Musim Tahun Baru Jepang (Shōgatsu) berlangsung hingga 7 Januari, atau hingga 15 Januari di beberapa daerah.

Selama tiga hari pertamaβ€”yang dikenal sebagai sanganichiβ€”orang-orang menikmati hidangan khusus seperti osechi ryōri dan mengunjungi kuil atau tempat ibadah.

  • Nanakusa: Seven‑Herb Festival (7 Januari)

Tanggal 7 Januari merupakan salah satu dari lima sekku tradisional, yaitu hari perayaan musiman.

Pada hari ini, masyarakat Jepang memakan nanakusa-gayu, bubur nasi dengan tujuh jenis tanaman musim semi, untuk mendoakan kesehatan serta menenangkan perut setelah hidangan Tahun Baru.

  • Coming‑of‑Age Ceremony (Senin kedua di Januari)

Pada hari libur nasional Coming of Age Day, pemerintah daerah di seluruh Jepang mengadakan upacara untuk merayakan para pemuda yang memasuki usia dewasa.

Meskipun Jepang telah menurunkan usia legal dewasa dari 20 menjadi 18 tahun pada 2022, banyak pemerintah daerah masih menyelenggarakan upacara bagi mereka yang berusia 20 tahun.

Februari

  • Setsubun (Sekitar 3 Februari)

Dirayakan menjelang awal musim semi menurut kalender tradisional, Setsubun dikenal dengan tradisi mengusir roh jahat (oni) dengan melempar kacang.

Dalam beberapa tahun terakhir juga populer kebiasaan makan sushi gulung yang disebut ehōmaki sambil menghadap ke arah keberuntungan yang dipercaya membawa hoki di tahun tersebut.

Maret

  • Hina Matsuri: Hari Anak Perempuan (3 Maret)

Salah satu dari lima festival musiman (sekku) adalah Hina Matsuri, di mana keluarga memajang boneka hias dan berdoa untuk pertumbuhan serta kebahagiaan anak perempuan.

  • Hanami (Akhir Maret–April)

Hanami adalah tradisi melihat bunga sakura di Jepang, di mana orang-orang berkumpul di bawah pohon sakura sambil menikmati makanan dan suasana musim semi. Sakura paling populer, Somei Yoshino, biasanya mekar dari akhir Maret hingga April.

  • Higan (Sekitar Titik Balik Musim Semi)

Higan adalah perayaan dalam tradisi Buddha yang berlangsung saat ekuinoks musim semi dan gugur. Selama sekitar satu minggu, orang Jepang biasanya menghormati leluhur dengan mengunjungi makam keluarga.

April

  • Upacara Masuk Sekolah dan Perusahaan (Awal April)

Tahun ajaran sekolah dan tahun kerja di Jepang dimulai pada bulan April. Upacara masuk menjadi momen penting bagi pelajar dan karyawan yang memulai tahap baru dalam kehidupan mereka.

Mei

  • Hari Anak (5 Mei)

Awalnya merupakan hari perayaan khusus untuk anak laki-laki dan termasuk salah satu dari lima festival musiman (sekku). Beberapa keluarga juga menghias rumah dengan koinobori (bendera berbentuk ikan koi).

Kini, hari libur nasional ini merayakan kesehatan dan kebahagiaan semua anak.Β 

  • Hari Ibu (Minggu kedua di bulan Mei)

Diadaptasi dari Amerika Serikat, perayaan Hari Ibu di Jepang biasanya dilakukan dengan memberikan bunga anyelir sebagai bentuk rasa terima kasih.

Juni

  • Pergantian Seragam Musim Panas (1 Juni)

Banyak sekolah dan tempat kerja di Jepang yang menggunakan seragam akan mulai mengganti ke pakaian musim panas dari 1 Juni hingga 30 September.

  • Hari Ayah (Minggu Ketiga di Bulan Juni)

Sama seperti Hari Ibu, Hari Ayah di Jepang juga merupakan perayaan yang diadaptasi dari tradisi di Amerika Serikat.

Juli

  • Tanabata (7 Juli)

Tanabata berasal dari legenda Tiongkok tentang dua kekasih yang hanya bisa bertemu setahun sekali dengan menyeberangi Bima Sakti.

Pada hari ini, orang-orang menuliskan harapan di kertas berwarna lalu menggantungkannya di bambu. Tradisi lainnya adalah makan sōmen, mie tipis yang melambangkan Bima Sakti.

  • Doyō no Ushi no Hi (Hari Sapi di pertengahan Musim Panas, akhir Juli/awal Agustus)

Doyō adalah periode menjelang pergantian musim, sedangkan ushi no hi adalah penanggalan berdasarkan zodiak.

Hari ini identik dengan tradisi makan unagi (belut panggang) untuk menambah stamina saat menghadapi panasnya musim panas.

  • Festival Kembang Api (Akhir Juli–Agustus)

Festival kembang api menjadi salah satu acara utama musim panas di Jepang. Beberapa yang terkenal diadakan di Sungai Sumida, Tokyo (akhir Juli), Nagaoka (2–3 Agustus), dan Daisen (akhir Agustus).

Agustus

  • Hari Peringatan Perang (6, 9, dan 15 Agustus)

Merupakan periode untuk mengenang tragedi Perang Dunia II.

Pada tanggal 6 dan 9 Agustus diadakan upacara untuk mengenang korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, sementara 15 Agustus diperingati sebagai hari berakhirnya perang.

  • Obon (sekitar 13–16 Agustus)

Obon adalah tradisi Buddha untuk menghormati arwah leluhur.

Biasanya keluarga berkumpul, menyalakan api penyambutan pada malam 13 Agustus, lalu mengantar kembali arwah dengan api perpisahan pada 16 Agustus.

September

  • Higan (Sekitar ekuinoks Musim Gugur)

Merupakan periode selama satu minggu, di mana masyarakat Jepang berziarah dan menghormati leluhur mereka, mirip seperti Higan di musim semi.

  • Tsukimi (Melihat bulan, September–awal Oktober)Β 

Tsukimi adalah tradisi Jepang untuk menikmati keindahan bulan purnama, terutama pada bulan kedelapan kalender lunar yang dikenal sebagai β€œharvest moon” dan dianggap paling indah.

Perayaan ini biasanya dilakukan dengan mempersembahkan kue beras (dango) dan rumput pampas sambil berdoa untuk hasil panen yang melimpah.

Oktober

  • Pergantian Seragam Musim Dingin (1 Oktober)

Sekolah dan tempat kerja di Jepang biasanya mulai menggunakan seragam musim dingin pada tanggal ini. Namun, kini banyak yang menyesuaikan waktunya dengan kondisi cuaca, terutama jika suhu masih panas.

  • Halloween (31 Oktober)

Awalnya merupakan festival ala Barat, Halloween di Jepang kini menjadi acara populer dengan kostum, parade, dan pesta bertema.

November

  • Shichi-Go-San (15 November)

Merupakan tradisi perayaan untuk anak perempuan usia 3 (san) dan 7 (shichi) tahun, serta anak laki-laki usia 5 (go) tahun.

Di waktu ini, keluarga akan berdandan rapi dan mengunjungi kuil untuk merayakan pertumbuhan anak serta mendoakan kesehatan mereka ke depannya.

Desember

  • Titik Balik Matahari Musim Dingin (Sekitar 22 Desember)

Hari dengan waktu siang terpendek di Jepang dan belahan bumi utara.

Pada hari ini, orang Jepang biasanya makan kabocha (labu Jepang) untuk keberuntungan dan mandi dengan campuran yuzu (jeruk Jepang) untuk menangkal kesialan.

  • Natal (25 Desember)

Meskipun awalnya merupakan hari raya umat Kristen, Natal di Jepang kini lebih dirayakan sebagai acara musiman dengan hiasan dan pertunjukan cahaya iluminasi yang meriah.

  • Ōmisoka (31 Desember)Β 

Tradisi akhir tahun di Jepang yang biasanya dirayakan dengan makan toshikoshi soba (mi penutup tahun) dan membunyikan lonceng kuil sebanyak 108 kali (joya no kane) untuk membersihkan diri dari keinginan duniawi.

Dari perayaan tradisional hingga acara musiman yang meriah, setiap momen menawarkan pengalaman unik yang memperkaya perjalanan di Jepang sepanjang tahunnya.