Jenis Ramen di Jepang: Dari Shoyu hingga Tonkotsu, Kenali Perbedaannya!

Transportation

28 Mar 2026 • 10 min read

A

Annisa Roffina

Ramen adalah salah satu kuliner paling populer di Jepang, tetapi tidak semua ramen memiliki rasa yang sama.

Setiap jenis menawarkan karakteristik yang berbeda, sehingga mengenalnya terlebih dahulu akan membantumu memilih ramen yang sesuai dengan selera.

Apa Saja Jenis Ramen di Jepang?

Cara paling umum mengklasifikasikan ramen di Jepang adalah berdasarkan jenis tare — bumbu dasar yang memberikan karakter rasa pada kuah.

Ada empat jenis utama yang dikenal luas, masing-masing berasal dari wilayah berbeda dan punya karakter yang sangat khas:

  • Shoyu Ramen — berbasis kecap asin, asal Tokyo
  • Shio Ramen — berbasis garam, asal Hakodate (Hokkaido)
  • Miso Ramen — berbasis pasta miso, asal Sapporo (Hokkaido)
  • Tonkotsu Ramen — berbasis kaldu tulang babi, asal Fukuoka (Kyushu)

Selain keempat jenis ini, ada juga variasi regional lain seperti tsukemen (mie celup) dan abura soba (ramen tanpa kuah), tapi keempat di atas adalah yang paling sering ditemukan di seluruh Jepang.

Perbedaan Jenis Ramen di Jepang Sekilas

Jenis

Rasa Kuah

Warna Kuah

Kekentalan

Asal Daerah

Cocok untuk

Shoyu

Gurih, sedikit asin, ringan

Cokelat jernih

Encer–sedang

Tokyo

Pemula, yang suka rasa balanced

Shio

Ringan, bersih, sedikit asin

Kuning pucat–jernih

Paling encer

Hakodate

Yang suka kuah ringan dan tidak berat

Miso

Gurih kuat, kaya rasa, sedikit manis

Cokelat kekuningan keruh

Kental

Sapporo

Yang suka rasa bold dan hangat

Tonkotsu

Creamy, rich, sedikit fatty

Putih susu–keruh

Paling kental

Fukuoka

Yang suka kuah penuh rasa dan creamy

Shoyu Ramen, Ramen dengan Kuah Kecap Asin yang Ringan

Shoyu ramen adalah jenis ramen paling "klasik" dan paling mudah diterima oleh berbagai selera — termasuk yang baru pertama kali mencoba ramen Jepang.

Kuahnya bening kecokelatan dengan rasa gurih yang bersih dari perpaduan kaldu ayam atau dashi dengan kecap asin Jepang (shoyu).

Asal-usulnya dari Tokyo, khususnya kawasan Asakusa, di mana warung ramen shoyu pertama dibuka di era Taisho.

Karena itulah shoyu ramen sering juga disebut "Tokyo Ramen" — meski kini tersedia di seluruh Jepang.

  • Mie: biasanya tipis dan sedikit keriting atau lurus
  • Topping khas: chashu (daging babi rebus), menma (rebung fermentasi), naruto (fish cake bulat), nori, telur rebus
  • Karakter rasa: gurih bersih, tidak terlalu berat, cocok dimakan di berbagai waktu
  • Rekomendasi coba di: Fuunji (Shinjuku), Ramen Nagi (Shibuya)

Shio Ramen, Rasa Ringan dengan Kuah Berbasis Garam

Shio ramen dikenal sebagai jenis ramen dengan kuah paling ringan. Kuahnya bening dan mengandalkan kualitas kaldu tanpa tambahan kecap atau miso.

Berasal dari Hakodate, Hokkaido, shio ramen umumnya menggunakan kaldu seafood seperti kombu, kerang, atau udang yang menghasilkan cita rasa gurih dan segar. 

  • Mie: biasanya tipis dan lurus
  • Topping khas: chashu, wakame (rumput laut), telur, daun bawang — lebih minimalis dari shoyu
  • Karakter rasa: bersih, ringan, dengan aftertaste dari kaldu yang subtle
  • Rekomendasi coba di: warung ramen di Hakodate, atau chain Aji no Santaro

Miso Ramen, Gurih dan Kaya Rasa Khas Hokkaido

Miso ramen adalah ramen yang paling "bold" dari segi rasa — dan paling cocok dinikmati saat cuaca dingin, yang menjelaskan kenapa ia lahir di Sapporo.

Kuahnya kental kecokelatan dari kaldu babi yang dicampur pasta miso, menghasilkan rasa yang kaya, dalam, dan sangat menghangatkan.

Miso ramen lahir di Sapporo pada era 1950-an dan menjadi kebanggaan kuliner kota ini hingga sekarang.

  • Mie: biasanya tebal dan bergelombang, dirancang untuk "menangkap" kuah yang kental
  • Topping khas: corn (jagung), sepotong butter, chashu, moyashi (tauge), telur, daun bawang
  • Karakter rasa: kaya, umami dalam, sedikit manis dari miso, very satisfying
  • Rekomendasi coba di: Hokkaido Ramen Santouka (ada di berbagai kota), Sapporo Ramen Yokocho

Tonkotsu Ramen, Kuah Kaldu Tulang Babi yang Creamy

Tonkotsu ramen adalah jenis yang paling "extreme" dari segi kekayaan rasa.

Kuahnya berwarna putih susu dan sangat kental — hasil dari perebusan tulang babi selama 12–18 jam dengan api besar hingga kolagen dari tulang larut sepenuhnya ke dalam kaldu.

Hasilnya adalah kuah yang creamy, rich, dan punya aroma khas yang sangat bold.

Tonkotsu lahir di Fukuoka, Kyushu, dan menjadi identitas kuliner kota ini yang paling kuat.

Dua nama besar ramen Jepang — Ichiran dan Ippudo — keduanya berasal dari Fukuoka dan menjadikan tonkotsu sebagai menu utama mereka hingga berkembang menjadi chain internasional.

  • Mie: sangat tipis dan lurus — berbeda dari miso ramen yang tebal; dirancang agar tidak terlalu kenyal dalam kuah yang berat
  • Topping khas: chashu, beni shoga (jaket jahe merah), wijen, daun bawang, dan sering ditambah telur marinate
  • Keunikan: banyak warung tonkotsu menawarkan "kaedama" — penambahan mie di akhir tanpa perlu bayar ekstra
  • Karakter rasa: creamy, penuh, fatty dalam artian menyenangkan, sangat mengenyangkan
  • Rekomendasi coba di: Ichiran (tersedia di banyak kota), Ippudo (chain internasional dengan kualitas konsisten)

Catatan Penting untuk Wisatawan Muslim

Sebagian besar tonkotsu ramen menggunakan kaldu berbahan dasar tulang babi. Sementara itu, shoyu dan shio ramen umumnya dibuat dengan kaldu ayam atau seafood, meski resepnya dapat berbeda di setiap restoran.

Jika memiliki preferensi atau pantangan makanan, sebaiknya tanyakan langsung kepada staf sebelum memesan.

Bagi wisatawan Muslim, halal ramen tersedia di beberapa restoran bersertifikat di Tokyo dan Osaka. Kamu juga bisa mencari rekomendasi melalui Halal Navi atau membaca panduan tempat makan halal di Jepang untuk menemukan pilihan yang sesuai.