Jenis-Jenis Bunga Sakura Jepang dan Keunikannya di Berbagai Daerah
Sekilas, bunga sakura yang bermekaran di berbagai penjuru Jepang saat musim semi memang tampak serupa dengan warna lembut yang indah. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa Jepang memiliki beragam jenis bunga sakura, masing-masing dengan bentuk, warna, dan karakteristik yang berbeda.
Lalu, apa saja jenis-jenis bunga sakura yang bisa ditemukan di Jepang itu?
Kanzakura

Kanzakura adalah salah satu jenis sakura yang mekar jauh lebih awal daripada sakura pada umumnya, bahkan saat musim dingin masih berlangsung.
Bunga ini biasanya mulai bermekaran dari akhir November hingga awal Februari, memperlihatkan warna cerah di tengah musim dingin yang dingin dan menjadi pemandangan yang unik di Jepang sebelum musim semi tiba.
Kanzakura juga berbeda dari sakura musim semi biasaβbentuk dan warnanya sedikit lebih lembut, dengan kelopak yang lebih kecil dan jumlah yang lebih banyak, sehingga ketika mekar penuh bunganya bisa terlihat seperti taburan salju kecil yang indah.
Beberapa tempat terbaik untuk melihat kanzakura di Jepang antara lain taman kota seperti Maruyama Park di Kyoto, Rikugien Garden di Tokyo, serta Hakodate Park di Hokkaido.
Kawazuzakura

Kawazuzakura adalah salah satu jenis pohon sakura yang juga mekar lebih awal dibandingkan sakura pada umumnya.
Kawazuzakura sudah mulai bermekaran sejak akhir musim dingin, umumnya pada awal Februari. Keunikan inilah yang membuatnya menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sakura lebih cepat.
Kawazuzakura pertama kali ditemukan pada tahun 1950-an di kawasan Kawazu, sebuah kota yang terletak di pesisir timur Semenanjung Izu, Distrik Kamo, Prefektur Shizuoka, Jepang. Dari sinilah nama Kawazuzakura berasal.
Ciri khas utama Kawazu Sakura terletak pada warna kelopaknya yang merah muda cerah dengan ukuran bunga yang relatif lebih besar.
Somei Yoshino

Somei Yoshino adalah jenis sakura yang dikembangkan pada Periode Edo (1603β1868) di kawasan Tokyo dan hingga kini menjadi jenis sakura yang paling umum di Jepang.
Bunganya memiliki kelopak berwarna merah muda pucat hingga hampir putih dan biasanya mekar secara massal sebelum daun-daun baru muncul, sehingga pohon tampak dipenuhi bunga tanpa tertutup dedaunan.
Waktu mekarnya berbeda di tiap daerah, namun umumnya terjadi pada akhir Maret hingga awal April. Beberapa tempat rekomendasi untuk menikmati keindahan Somei Yoshino adalah Ueno Park di Tokyo, Osaka Castle Park di Osaka, dan Hirosaki Park di Aomori.
Yamazakura

Yamazakura adalah jenis sakura yang paling umum tumbuh secara alami di alam liar di Jepang, berbeda dengan sakura hasil budidaya seperti Somei Yoshino. Bunganya berwarna merah muda lembut dengan lima kelopak berukuran relatif kecil.
Keunikan Yamazakura terletak pada daun mudanya yang muncul bersamaan dengan bunga, sehingga tampilannya terlihat lebih alami dan tidak semegah Somei Yoshino yang biasanya mekar tanpa dedaunan.
Salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan Yamazakura adalah Gunung Yoshino di Prefektur Nara.
Shidarezakura

Shidarezakura adalah jenis pohon sakura dengan cabang yang menjuntai ke bawah dan termasuk salah satu sakura yang paling umum serta paling disukai di Jepang.
Secara umum, terdapat dua jenis Shidarezakura; yang bunganya memiliki lima kelopak, dan yang bunganya memiliki lebih dari lima kelopak.
Jenis dengan kelopak lebih banyak dikenal sebagai Yaeshidarezakura, dan biasanya mekar sekitar satu minggu lebih lambat dibandingkan Shidarezakura dengan lima kelopak.
Tempat paling populer untuk menikmati keindahan Shidarezakura adalah Kakunodate Samurai District di Prefektur Akita.
Yaezakura

Yaezakura adalah salah satu jenis pohon sakura di Jepang yang dikenal karena bunganya memiliki banyak kelopak, jauh lebih banyak dibanding sakura biasa yang hanya memiliki lima kelopak. Karena bunganya yang tebal dan berlapis-lapis, Yaezakura terlihat lebih βpenuh.β
Salah satu ciri yang membedakan Yaezakura dari jenis sakura lainnya adalah waktu mekarnya yang lebih lambat. Yaezakura biasanya mulai mekar setelah puncak musim sakura Somei Yoshino, yakni dari pertengahan April hingga awal Mei.
Yaezakura dapat ditemukan di banyak taman dan jalanan kota, seperti Imperial Palace East Gardens dan Shinjuku Gyoen di Tokyo, serta Shizumine Furusato Park di Prefektur Ibaraki.
Dari Somei Yoshino yang mekar serempak, Yamazakura yang tumbuh alami di pegunungan, hingga Yaezakura yang mekar lebih lambat dengan kelopak berlapis, setiap jenis sakura memiliki karakter dan daya tarik tersendiri di berbagai daerah Jepang.
Dengan mengenal perbedaan jenis-jenis sakura ini, perjalanan menikmati hanami pun bisa menjadi pengalaman yang lebih bermakna dan tak terlupakan.