Japan Drugstore Guide: Produk Apa Saja yang Bisa dan Tidak Bisa Dibeli Langsung?

Image Banner

Saat berkunjung ke drugstore di Jepang, banyak wisatawan tergoda untuk memborong berbagai produk populer, mulai dari obat-obatan, vitamin, skincare, hingga kosmetik.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua produk yang tersedia di rak dapat dibeli secara bebas oleh wisatawan.

Perbedaan Drugstore vs Apotek di Jepang

Banyak wisatawan menganggap drugstore dan apotek di Jepang adalah tempat yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Drugstore adalah toko ritel yang menjual berbagai produk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari, seperti obat bebas, vitamin, skincare, kosmetik, makanan ringan, hingga produk rumah tangga.

Beberapa jaringan drugstore yang populer di Jepang antara lain Matsumoto Kiyoshi, Welcia, dan Sugi Pharmacy.

Sementara itu, apotek (dispensing pharmacy) berfokus pada pelayanan resep dokter.

Apotek bertugas menyiapkan dan menyerahkan obat resep yang telah diresepkan oleh dokter, serta memberikan konsultasi penggunaan obat kepada pasien.

Sebagai wisatawan, kemungkinan besar kamu akan lebih sering berbelanja di drugstore karena sebagian besar produk populer Jepang tersedia di sana.

Mengenal Sistem Penjualan Produk di Drugstore

Jepang menerapkan sistem klasifikasi obat yang cukup ketat berdasarkan tingkat risiko dan efek sampingnya. Secara umum, produk kesehatan dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Quasi-drugs atau produk kesehatan ringan
  • OTC (Over-the-Counter) Medicines atau obat bebas
  • Prescription Medicines atau obat resep dokter

Untuk obat bebas (OTC), Jepang membaginya lagi menjadi beberapa kelas:

Kategori

Cara Pembelian

Class 1 OTC

Hanya dapat dijual oleh apoteker

Class 2 OTC

Dapat dijual oleh apoteker atau registered seller

Class 3 OTC

Dapat dibeli langsung dengan pengawasan minimal

Guidance-Requiring Drugs

Wajib konsultasi langsung dengan apoteker sebelum pembelian

Karena sistem ini, kamu mungkin menemukan beberapa produk berada di balik etalase atau memerlukan konfirmasi dari petugas sebelum dapat dibeli.

Kategori Produk yang Bisa Dibeli Langsung di Drugstore

Sebagian besar produk yang dicari wisatawan dapat dibeli langsung tanpa resep dokter. Kategori yang umumnya bisa dibeli langsung meliputi:

Kosmetik dan Skincare

  • Sunscreen
  • Facial wash
  • Lotion
  • Sheet mask
  • Produk perawatan rambut

Vitamin dan Suplemen

  • Vitamin C
  • Vitamin B Complex
  • Multivitamin
  • Suplemen kolagen

Quasi-drugs

Kategori ini berada di antara kosmetik dan obat. Contohnya:

  • Mouthwash
  • Obat kumur
  • Beberapa produk pemutih kulit
  • Minuman energi tertentu

Obat OTC Class 2 dan Class 3

Contohnya:

  • Obat flu ringan
  • Obat alergi tertentu
  • Obat maag
  • Obat pencernaan
  • Obat pereda nyeri umum
  • Obat diare ringan

Produk-produk ini biasanya dapat langsung diambil dari rak dan dibawa ke kasir.

Produk di Drugstore yang Memerlukan Bantuan Apoteker

Beberapa produk tetap dapat dibeli tanpa resep dokter, tetapi memerlukan kehadiran apoteker saat transaksi. Kategori ini mencakup:

Guidance-Requiring Drugs

Merupakan obat yang baru dialihkan dari kategori resep dokter atau masih dalam tahap pemantauan keamanan.

Sebelum membeli, pelanggan wajib menerima penjelasan langsung dari apoteker.

Class 1 OTC Medicines

Obat dalam kategori ini memiliki risiko efek samping lebih tinggi sehingga wajib dijual oleh apoteker.

Contoh yang sering dicari wisatawan:

  • Loxonin S (pereda nyeri)
  • Gaster 10 (obat lambung)
  • Produk penumbuh rambut berbahan minoxidil

Jika apoteker tidak sedang bertugas, produk tersebut tidak dapat dijual meskipun tersedia di toko.

Produk yang Tidak Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter di Jepang

Tidak semua obat yang mungkin tersedia bebas di negara lain dapat dibeli langsung di Jepang.

Kategori yang umumnya memerlukan resep dokter meliputi:

  • Antibiotik
  • Obat tekanan darah
  • Obat diabetes
  • Obat asma tertentu
  • Antidepresan
  • Obat tidur resep
  • Sebagian besar obat hormonal
  • Banyak obat penyakit kronis lainnya

Untuk mendapatkan obat-obatan tersebut, pasien harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Setelah dokter mengeluarkan resep, obat dapat ditebus di apotek (dispensing pharmacy).

Aturan Baru Pembelian Obat di JepangΒ 

Mulai 1 Mei 2025 lalu, Jepang telah menerapkan aturan baru untuk pembelian beberapa jenis obat bebas (OTC), seperti obat flu, obat batuk, penurun demam, dan obat alergi tertentu.

Aturan ini dibuat untuk mencegah penyalahgunaan obat dan kasus overdosis, terutama di kalangan remaja.

Hal-hal yang perlu diketahui:

  • Beberapa obat mungkin tidak lagi tersedia bebas di rak. Untuk produk tertentu, kamu perlu meminta bantuan staf atau apoteker.

  • Pembeli dapat diminta menunjukkan usia. Saat membeli obat tertentu, staf toko dapat menanyakan usiamu.

  • Pembelian dalam jumlah besar bisa ditanyakan alasannya. Jika membeli lebih banyak dari biasanya, kamu mungkin diminta menjelaskan tujuan pembelian.

  • Aturan lebih ketat untuk pembeli di bawah 18 tahun. Jumlah obat yang dapat dibeli akan dibatasi.

  • Pembelian online juga diawasi. Untuk beberapa produk, pembeli mungkin perlu melakukan verifikasi identitas dan menjawab pertanyaan terkait penggunaan obat.

Apakah Wisatawan Perlu Khawatir?

Tidak perlu.

Selama membeli obat dalam jumlah wajar untuk kebutuhan pribadi, proses pembelian umumnya tetap mudah.

Namun, ada baiknya selalu membawa paspor atau identitas diri saat berbelanja obat di Jepang, terutama jika membeli obat flu, batuk, atau alergi tertentu.