Harga Izin Tinggal di Jepang di 2026 Berpotensi Naik, Ini Penjelasannya

Image Banner

Biaya izin tinggal di Jepang diperkirakan mengalami penyesuaian pada tahun 2026 seiring perubahan kebijakan imigrasi dan kondisi ekonomi global.

Kenaikan ini menjadi hal yang perlu diperhatikan bagi kalian yang berencana berkunjung ke Jepang dalam kurun waktu yang cukup lama.

Aturan Baru Harga Izin Tinggal di Jepang pada 2026

Pemerintah Jepang pada 2026 menyetujui revisi undang-undang imigrasi yang membuka jalan untuk kenaikan signifikan biaya visa dan izin tinggal.

Perubahan ini bukan hanya menyentuh tarif langsung, tetapi juga menaikkan batas maksimal (cap) biaya yang sebelumnya sudah lama tidak diperbarui.

Kenaikan ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan biaya dengan kondisi administrasi dan meningkatnya jumlah penduduk asing di Jepang.

Biaya Izin Tinggal yang TerdampakΒ 

Beberapa kategori biaya imigrasi yang terdampak antara lain:

  • Izin / perpanjang perubahan status tinggal
  • Aplikasi izin tinggal permanen

Dalam aturan baru, batas maksimal biaya untuk perubahan atau perpanjangan status tinggal naik dari sekitar Β₯10.000 menjadi hingga Β₯100.000.

Sementara itu, biaya permohonan permanent residency yang juga awalnyaΒ  Β₯10.000 turut meningkat drastis hingga sekitar Β₯300.000.

Biaya aktual nantinya akan ditentukan dalam batas maksimal tersebut oleh otoritas Jepang.

Apa Maksud Kenaikan Batas Maksimal Biaya?

Kenaikan batas maksimal ini tidak berarti semua biaya visa otomatis naik ke angka tertinggi.

Misalnya, biaya perpanjangan izin tinggal yang sebelumnya sekitar Β₯10.000 kini bisa naik dalam rentang hingga Β₯100.000, tergantung jenis dan prosesnya (misalnya Β₯10.000, Β₯50.000, sampai mendekati Β₯100.000).

Sementara itu, izin tinggal permanen kini memiliki batas maksimal hingga Β₯300.000, dengan kisaran biaya seperti Β₯100.000, Β₯200.000, hingga mendekati Β₯300.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

Sederhananya, aturan ini membuat pemerintah lebih fleksibel dalam menyesuaikan biaya visa dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan saat ini.

Sistem JESTA yang Sedang Disiapkan Jepang

Selain penyesuaian biaya izin tinggal, Jepang juga tengah menyiapkan sistem Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA).

Sistem ini akan menjadi platform pra-otorisasi perjalanan bagi wisatawan dari negara bebas visa sebelum masuk ke Jepang.

Melalui JESTA, pemerintah dapat melakukan pemeriksaan awal secara online untuk mempercepat proses imigrasi dan meningkatkan keamanan perbatasan.

Implementasinya direncanakan mulai pada tahun 2028 dan menjadi bagian dari modernisasi sistem masuk Jepang.

Dapatkan informasi selengkapnya mengenai JESTA di artikel ini.

Di sisi lain, biaya visa jangka pendek seperti visa turis tidak disebutkan naik signifikan dalam kebijakan ini, karena perubahannya lebih diarahkan pada penguatan sistem imigrasi dan administrasi untuk warga asing yang tinggal lebih lama di Jepang.

Namun, tetap ada kemungkinan penyesuaian kecil di masa depan, tergantung keputusan final pemerintah Jepang.