First Time ke Omakase Restaurant di Jepang? Kenali Cara Pesan dan Etikanya
Aug 21, 2026 • 10 min read
Annisa Roffina

Pertama kali mencoba omakase di Jepang?
Sebelum datang, penting memahami cara memesan dan etika yang perlu diperhatikan agar pengalaman makan lebih nyaman dan menyenangkan.
Konsep Omakase Restaurant di Jepang

Kata omakase secara sederhana berarti “menyerahkan pilihan kepada chef.”
Di sini, kamu tidak memilih satu per satu menu seperti di restoran biasa. Chef yang menentukan hidangan berdasarkan bahan terbaik yang tersedia, musim, dan karakter restoran.
Dalam omakase sushi, makanan biasanya disajikan satu per satu langsung di depan tamu.

Chef juga dapat menyesuaikan tempo penyajian dengan kecepatan makan pelanggan. Kamu pun boleh memberi tahu jika ada bahan tertentu yang tidak bisa atau tidak ingin dimakan.
Karena pengalaman omakase sangat bergantung pada interaksi dengan chef, suasananya cenderung lebih personal dibanding restoran sushi biasa.
Bagaimana Cara Pesan di Omakase Restaurant?

Banyak restoran omakase di Jepang menggunakan sistem reservasi, terutama restoran populer dengan jumlah kursi terbatas.
-
Reservasi dapat dilakukan melalui situs resmi restoran, platform booking, atau hotel concierge.
-
Sebelum memesan, cek harga course, durasi makan, kebijakan pembatalan, dan metode pembayaran.
-
Datang tepat waktu, karena beberapa restoran menyajikan menu dalam satu sesi dan menyiapkan bahan sesuai jumlah reservasi. Keterlambatan dapat mengganggu penyajian atau membuat reservasi tidak dapat digunakan.
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Sebelum Datang?

Sebelum datang ke omakase restaurant, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan.
-
Pertama, informasikan alergi atau pantangan makanan sejak melakukan reservasi. Jangan menunggu sampai semua bahan sudah disiapkan oleh chef.
-
Kedua, hindari memakai parfum atau wewangian yang terlalu kuat. Aroma makanan, terutama sushi dan seafood, cukup delicate sehingga parfum yang menyengat bisa mengganggu pengalaman makan tamu lain.
-
Ketiga, cek aturan restoran terlebih dahulu. Beberapa tempat memiliki dress code, batas waktu makan, atau aturan khusus mengenai foto dan video.
Etika Makan di Omakase Restaurant Jepang

- Nikmati sushi segera setelah disajikan agar tekstur nasi dan suhu ikan tetap optimal.
- Sushi boleh dimakan dengan sumpit atau tangan, sesuai kenyamanan.
- Jika menggunakan soy sauce, celupkan bagian neta (topping ikan), bukan nasinya, agar sushi tidak mudah hancur.
- Makan gari (acar jahe) di antara sushi untuk membersihkan palate, bukan sebagai topping sushi.
- Jangan menancapkan sumpit ke makanan, karena dianggap tidak sesuai dengan etika makan Jepang.
- Jangan mengoper makanan dari sumpit ke sumpit, karena juga dianggap tidak sopan.
- Tidak perlu menambahkan wasabi berlebihan, karena chef biasanya sudah menyesuaikan takarannya pada sushi.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Makan Omakase

Kesalahan paling umum biasanya bukan soal teknik makan, tetapi soal kurang memperhatikan ritme dan suasana restoran.
-
Hindari datang terlambat tanpa memberi kabar, menggunakan parfum terlalu kuat, atau terlalu lama membiarkan sushi setelah disajikan.
-
Jika ingin mengambil foto, sebaiknya cek dulu apakah restoran memperbolehkannya dan jangan sampai mengganggu chef maupun tamu lain.
-
Tidak perlu terlalu takut salah. Selama tetap menghargai chef, datang tepat waktu, dan mengikuti aturan restoran, pengalaman omakase akan terasa jauh lebih santai.
Pada akhirnya, omakase bukan sekadar makan sushi, tetapi menikmati bagaimana chef memilih bahan, menyusun urutan menu, dan menyajikan setiap hidangan pada waktu yang tepat.