Deretan Stasiun di Jepang yang Terkenal Indah dan Artistik
28 Mar 2026 • 10 min read
Annisa Roffina
Di berbagai penjuru Jepang, banyak stasiun yang tak lagi sekadar menjadi tempat transit. Bangunan-bangunan ini menjelma sebagai ruang publik yang memadukan arsitektur artistik, serta kearifan lokal yang khas di setiap daerahnya.
Tak heran, deretan stasiun di Jepang berikut berhasil mencuri perhatian wisatawan dan pecinta fotografi dari seluruh dunia berkat desainnya yang indah dan unik.
Stasiun Hitachi – Prefektur Ibaraki

Terletak di Kota Hitachi, Prefektur Ibaraki, Stasiun Hitachi bukan hanya pemberhentian di JR Joban Line, tetapi juga destinasi wisata berkat perpaduan arsitektur modern dan panorama lautnya.
Bangunan stasiun ini didominasi kaca, memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Samudra Pasifik langsung dari dalam stasiun.
Keindahannya membuat Stasiun Hitachi meraih Good Design Award 2012 dan Brunel Award 2014. Di area stasiun juga terdapat Seabirds Café, tempat bersantai sambil menikmati hamparan laut yang menawan.
Stasiun Okuōikojō – Prefektur Shizuoka

Terletak di Kawanehon, Prefektur Shizuoka, Okuōikojō Station beroperasi di Ikawa Line yang dikelola Oigawa Railway dan mulai dibuka pada tahun 1990.
Keistimewaannya terletak pada lokasi yang unik di tepi Waduk Okuōi (Lake Sesso), membuat stasiun ini tampak seolah “mengapung” di atas air dengan latar pegunungan hijau.
Di sisi kiri dan kanannya terdapat jembatan rel merah yang dikenal sebagai Rainbow Bridge, yang juga dapat dilalui pejalan kaki untuk menikmati panorama danau serta kereta yang melintas.
Berkat keindahannya, stasiun ini bahkan meraih Cool Japan Award pada tahun 2019 dan menjadi salah satu spot fotografi favorit di Jepang.
Stasiun Mojiko – Prefektur Fukuoka

Dibangun pada tahun 1914 dengan gaya arsitektur Neo-Renaissance, Stasiun Mojiko dibangun dengan desain simetris yang megah, lengkap dengan atap mansard dan menara jam sebagai ciri khasnya.
Meski terlihat seperti bangunan batu bergaya Eropa, struktur utamanya sebenarnya terbuat dari kayu yang dilapisi mortar.
Karena keindahan dan nilai sejarahnya, stasiun ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 1988 dan menjadi stasiun aktif pertama yang menerima status tersebut.
Interiornya pun mempertahankan nuansa klasik dengan detail ornamen dan lampu gantung yang menghadirkan suasana nostalgia era Taisho.
Stasiun Shimonada – Prefektur Ehime

Terletak di kota Iyo, Prefektur Ehime, Stasiun Shimonada merupakan stasiun tanpa petugas (unmanned) di jalur JR Shikoku Yosan Line.
Yang membuat Shimonada begitu istimewa adalah posisinya yang langsung menghadap Laut Pedalaman Seto (Seto Inland Sea), sehingga pemandangan laut biru dan langit yang luas terbentang tanpa halangan di depan peron.
Selain itu, stasiun ini juga telah menjadi lokasi favorit bagi fotografer, turis, serta pembuat film—pernah muncul dalam poster promosi tiket kereta populer sebut Seishun 18, film, dan drama televisi Jepang.
Stasiun Todoroki – Prefektur Aomori

Terletak di kota Fukaura, Prefektur Aomori, Stasiun Todoroki berada di jalur Gonō Line, yakni sebuah rute kereta yang terkenal akan pemandangan pesisir Laut Jepang yang memukau.
Stasiun Todoroki sendiri merupakan stasiun kecil tanpa petugas dengan bangunan kayu tradisional yang tampak sederhana namun sangat fotogenik.
Keunikannya terletak pada posisinya yang langsung menghadap lautan luas; saat keluar dari stasiun, pengunjung akan disambut oleh pemandangan terbuka laut dan langit yang cantik, terutama saat matahari terbenam.
Di peron stasiun, terdapat benda unik seperti “Kalender Matahari Terbenam” dan “Jam Matahari Terbenam” yang membantu para pengunjung memprediksi waktu sunset terbaik.
Stasiun Nishi-Oyama – Prefektur Kagoshima

Terletak di Kota Ibusuki, Prefektur Kagoshima, Stasiun Nishi-Oyama dikenal sebagai stasiun JR paling selatan di Jepang yang berada di jalur Ibusuki Makurazaki Line.
Dari peron yang sederhana tanpa pintu tiket atau bangunan besar, pengunjung dapat langsung melihat Gunung Kaimon (Kaimondake) yang menjulang di latar belakang, sering disebut “Satsuma Fuji” karena bentuknya yang mirip dengan Gunung Fuji.
Selain itu, stasiun ini memiliki kotak pos berwarna kuning cerah yang kontras dengan pemandangan sekitar dan dipercaya membawa keberuntungan bagi yang mengirim surat darinya.
Stasiun Hozukyo – Kyoto

Stasiun Hozukyo berada di jalur Sagano Scenic Railway, sebuah kereta wisata yang menyusuri ngarai Hozu (Hozugawa Gorge) di wilayah Kyoto, dan menjadi salah satu favorit wisatawan serta pecinta fotografi.
Berbeda dengan stasiun kereta biasa, Hozukyō terletak di tengah pemandangan alam yang spektakuler; ngarai dalam dengan sungai yang mengalir di bawah, tebing-tebing hijau, serta hutan yang berubah warna sepanjang musim.
Posisi stasiun yang sederhana—dengan platform tunggal tanpa banyak fasilitas komersial—justru memperkuat kesan harmonis dengan alam, sehingga pengunjung dapat menikmati panorama indah tanpa gangguan.
Stasiun Amarube – Prefektur Hyogo

Terletak di kota Kami di Prefektur Hyōgo, Stasiun Amarube melayani jalur San’in Main Line dan dioperasikan oleh JR West. Stasiun ini dikenal sederhana dengan hanya memiliki satu peron dan merupakan stasiun tanpa petugas.
Yang membuat Amarube begitu terkenal adalah viaduk jembatan (jembatan rel) yang berdiri di dekatnya, dikenal sebagai Amarube Viaduct.
Jembatan ini berdiri setinggi lebih dari 40 meter di atas tanah dan menghadap Laut Jepang, menciptakan pemandangan dramatis ketika kereta melintas di atasnya, terutama saat matahari terbenam atau di pagi hari.
Bagian dari struktur jembatan lama kini dipertahankan sebagai fasilitas observasi bernama Sky Station (Station in the Sky), dari mana pengunjung dapat menikmati panorama laut dan lanskap pegunungan sekitarnya.