Batasan Powerbank di Pesawat Jepang 2025, Jangan Sampai Barangmu Disita!
Jika kamu berencana terbang ke Jepang dalam waktu dekat, ada baiknya mulai memperhatikan aturan baru terkait barang bawaan di pesawat, khususnya soal powerbank. Mulai tahun 2025 ini, pemerintah Jepang resmi memberlakukan pembatasan ketat mengenai kapasitas dan jenis powerbank yang boleh dibawa ke kabin.
Lalu, seperti apa detail pembatasannya?
Aturan Penting Mengenai Batasan Powerbank di Pesawat Jepang
Mulai tanggal 8 Juli 2025, berbagai maskapai di Jepang mulai menerapkan kebijakan baru mengenai keberadaan powerbank di dalam pesawat mereka. Kebijakan baru ini meliputi hal-hal di bawah ini:
Powerbank Dilarang Dimasukkan ke:
- Bagasi terdaftar (checked baggage).
- Koper atau tas kabin yang tidak dibawa ke dalam kabin penumpang (tempat duduk).
Powerbank Wajib:
- Dibawa dalam kantong plastik transparan, serta dibungkus dengan selotip atau pelindung isolasi untuk mencegah hubungan arus pendek.
- Tidak disimpan di kompartemen bagasi kabin atas (overhead bin).
- Disimpan di bawah kursi atau di area yang mudah dijangkau oleh penumpang.
Saat Pengisian Daya (Charging):
- Hanya diizinkan menggunakan sumber daya dari pesawat.
- Penumpang diwajibkan senantiasa memantau kondisi power bank ketika sedang digunakan.
Batas Kapasitas Power bank (Wh):
- Power bank dengan kapasitas hingga 100 Wh diizinkan dibawa tanpa persetujuan dari maskapai.
- Power bank berkapasitas 100β160 Wh memerlukan persetujuan dari pihak maskapai.
- Power bank dengan kapasitas di atas 160 Wh dilarang dibawa ke dalam pesawat.
Maskapai Jepang yang Memberlakukan Aturan Powerbank Baru
Saat ini, terdapat 19 maskapai penerbangan asal Jepang yang mulai memberlakukan kebijakan baru terkait pembatasan power bank di pesawat. Adapun daftar ke-19 maskapai tersebut adalah:
Japan Airlines (JAL) |
Skymark Airlines |
ZIPAIR Tokyo |
All Nippon Airways (ANA) |
Fuji Dream Airlines (FDA) |
Air DO |
ANA Wings |
Spring Japan |
Air Japan |
Nippon Cargo Airlines (NCA) |
Peach Aviation |
Solaseed Air |
Japan Transocean Air (JTA) |
Jetstar Japan |
StarFlyer |
Japan Air Commuter (JAC) |
IBEX Airlines |
The Scheduled Airlines Association of Japan (SAAJ) |
J-Air |
Tujuan Diberlakukannya Batasan Powerbank di Pesawat Jepang
Penerapan batasan terhadap powerbank di pesawat Jepang bukanlah kebijakan yang muncul tanpa alasan. Kebijakan baru ini tentunya memiliki beberapa tujuan penting demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan.Β
-
Mencegah Risiko Kebakaran atau Ledakan Akibat Baterai Lithium
Powerbank umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang bisa menjadi sangat berbahaya jika mengalami panas berlebih (overheat), korsleting, atau kerusakan. Dalam kondisi ekstrim, baterai ini bisa meledak atau terbakar. Karena itu, pembatasan kapasitas powerbank bertujuan mengurangi risiko insiden serius di dalam pesawat.
-
Meningkatkan Keamanan Kabin dan Penumpang Selama Penerbangan
Kabin pesawat adalah ruang tertutup dengan tekanan tinggi. Percikan api dapat berkembang menjadi situasi berbahaya yang mengancam keselamatan penumpang dan kru. Aturan baru ini melindungi semua orang di dalam pesawat agar penerbangan berlangsung aman dan lancar.
-
Menghindari Insiden Kebakaran Pesawat yang Pernah Terjadi Sebelumnya
Kebijakan ini juga dibuat sebagai respons terhadap beberapa insiden nyata di dunia penerbangan. Salah satunya yang cukup parah adalah kasus kebakaran di pesawat Air Busan pada Januari 2025, yang disebabkan oleh ledakan dua powerbank di bagasi kabin.
Kejadian tersebut menjadi peringatan serius tentang bahaya perangkat elektronik berdaya besar seperti powerbank jika tidak diatur dengan ketat.